Gak sengaja nemu artikel ini di http://www.perempuan.com, karena tulisannya yang asing maka ku putuskan untuk mengutip dari website tersebut. Semoga bisa menjadi informasi yang bermanfaat untuk kita semua..πŸ™‚

Hipokondria adalah kecemasan yang berlebihan terhadap satu atau beberapa penyakit.
Penderita hipokondria akan selalu menanggapi keluhan-keluhan fisik dengan sangat serius, dan menyimpulkan bahwa dia menderita penyakit tertentu.

Contoh:
Orang normal jika batuk akan menganggap dia sedang batuk saja.
Penderita hipokondria jika batuk berpikir bahwa dia terkena TBC, atau bahkan kanker paru atau bahkan gejala HIV/AIDS.

Kecemasan seorang penderita hipokondria tidak sebatas meyakininya saja, tetapi diikuti dengan tindakan, misalnya bolak-balik ke Dokter, berulang kali melakukan rontgen, sampai sering ke lab.

Terkadang setelah cek lab pun orang tersebut masih berpikir apakah jarum yang digunakan steril, higienis, dan lain-lain. Hal ini disebabkan penderita hipokondria selalu meragukan atau bahkan tidak percaya dengan hasil pemeriksaan dokter/Lab yang ia terima. Padahal hasilnya sudah akurat.
Selanjutnya dia akan mengunjungi dokter/Lab lain yang dianggapnya lebih pintar, dan sebagainya.

Dalam dunia psikiatri, hipokondria termasuk ke dalam gangguan mental atau psikis. Biasanya ditandai dengan perhatian berlebih terhadap kesehatan tubuh sendiri. Pikiran penderita selalu terpusat pada imajinasi tentang penyakit gawat yang menyerang tubuhnya, sehingga kehidupan pribadi dan sosialnya terganggu.

Penyebab hipokondria umumnya adalah trauma, kecemasan, emosi negatif yang dipendam, beban emosional dan konflik psikologis.”

hmm, satu yang masih menjadi pertanyaanku ‘apakah ketakutan akan hal-hal yang belum terjadi satu hari, satu bulan, bahkan dalam jangka waktu yang tidak dapat ditentukan a.k.a masa depan termasuk gangguan hipokondria?’

Karena tak jarang kita menemukan orang-orang yang merasa takut akan sesuatu hal yang belum terjadi dalam hidup mereka, sehingga mereka bisa menyimpulkan suatu sikap. Apalagi saat sekarang rekayasa beredar dimana-mana, bahkan dilakukan oleh para petinggi negeri dan ada pula ramalan sebuah suku yang menafsirkan bahwa pada tahun 2012 akan terjadi kiamat. Ckckckck…Astaghfirullah…

Bukankan skenario hidup ini sudah ada yang mengatur ? Gugurnya satu helai daun diantara pohon yang tak terhingga di muka bumi ini pun sudah ada waktunya. Kita manusia hanya berusaha diwajibkan menjalani proses hidup ini dengan sebaik-baiknya baik dalam kondisi apapun. Karena semua akan dikembalikan kepada-Nya.