Geli & miris….. hanya itu yang ada dipikiranku sekarang, tertawa konyol menghadapi kenyataan tentang pemberitaan di TV akhir-akhir ini. Ini bukan tentang gosip artis, reality show yang direkayasa ataupun acara komedi yang ditayangkan di TV. Tapi melainkan dampak pemilu Legislatif 2009 dimana para caleg yang mengikuti pemilu ini mengalami banyak hal dalam hidup mereka setelah mereka mengetahui bahwa mereka tidak akan mendapatkan kursi di dewan legislatif.

Informasi ini dikumpulkan berdasarkan dari beberapa tayangan stasiun tv swasta, berikut adalah beberapa dari sekian banyak yang terjadi pada para caleg yang gagal memperoleh suara terbanyak :

1. Bali, mendengar suara yang didapat minim, caleg meninggal karena serangan jantung.—> ini mah udah waktunya yah…
2. Palembang, caleg kalah, ambil kembali alat musik yang disumbangkan —> gak ikhlas nih..
2. Jawa timur, caleg kalah, ambil kembali sumbangan tabungan —> gak ikhlas juga..
3. Balikpapan, tim sukses dipukuli oleh centeng caleg —> iri ni yee…
4. Sulawesi, kalah dalam pemilu, caleg menggembok sekolah yang telah disumbanginya —> ini apalagi gak ikhlas, tega-teganya ngebiarin anak-anak gak bisa masuk sekolah karena pintu kelasnya di gembok…dudul..!!!
5. Ciamis ada caleg bunuh diri, karena kalah telak —> calegnya masih muda, berjilbab lagi..ckckck… aduh neng, mending jadi guru ngaji atau jadi relawan, kan bisa lebih bermanfaat..
6. Palangkaraya, 5 caleg gangguan jiwa —> gak kuat mental nih..
7. Riau, caleg membongkar tiang listrik bantuannya karena kalah pemilu —> kuat juga yah tenaganya nyabutin tiang listrik,hehehe….parah nih caleg..

Itu baru sepersekian persen dari peristiwa yang terjadi kepada para caleg ‘gak jadi’ ini, belum lagi di kota atau daerah lain di Indonesia. Hmm… begitu kerdilkah jiwa mereka sehingga tidak mampu menghadapi kenyataan bahwa dalam hidup ini ada menang ada kalah, ada senang ada sedih, dan hal lain-lainya yang memang diciptakan bertolak belakang. Kalo semua terpilih menjadi anggota legislatif, lantas siapa yang menjadi warga biasa ???

Inikah jiwa calon-calon pemimpin di negeri ini, jiwa yang seharusnya mampu menjadi aspirasi rakyatnya (jika dia terpilih). Bagaimana bisa mereka mengerti, memahami & menyampaikan aspirasi rakyat jika mereka sendiri belum mampu memahami diri mereka sendiri ? Untunglah, mereka tidak terpilih karena akan jadi apa bangsa ini jika para legislatif mempunyai jiwa yang tidak bisa berlapang dada, berjiwa besar, & bermental kerdil seperti itu.

Mereka mungkin lupa, ada yang mengatur segalanya.. Allah SWT, Dialah Dzat Maha Pengatur & Mengetahui Apa yang terbaik untuk hambaNya…
Semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk kepada kita semua…πŸ™‚