Sore tadi ketika aku sedang mencari channel yang bagus di TV phoneku, sejenak aku terdiam melihat gambar di berita salah satu stasiun TV. Gambar yang ditayangkan adalah gambar seorang wanita yang lemah tak sadarkan diri sedang terbaring, tampaknya dia sedang sakit karena di tangannya terdapat selang infus. Mungkin hal itu biasa terjadi pada orang yang sakit. Tapi yang membuatku tak percaya & tak habis pikir, wanita itu tidak berada diatas kasur yang empuk di sebuah rumah sakit, bukan pula di atas kasur di rumahnya sendiri melainkan dia terbaring di sebuah pos siskamling. Yah, sebuah tempat yang hanya terbuat dari papan, kayu, dan tanpa ada dinding penutup.

Menurut narasi sang reporter, informasi yang di dapat dari salah satu warga, wanita ini adalah pendatang dari daerah. Pada saat datang ke daerah tersebut penampilan wanita itu sangat rapi, tapi beberapa hari kemudian ada seorang warga menemukan wanita ini di pinggir jalan dalam keadaan kusut, lemah, seperti depresi. Para warga memutuskan untuk membawa wanita tersebut ke puskesmas terdekat. Tetapi, sesampainya di puskesmas, wanita itu ditolak pihak puskesmas dengan alasan tidak memiliki identitas.

Akhirnya para warga berinisiatif merawat wanita tersebut dengan swadaya masyarakat sekitar. Untungnya ada salah satu warga yang berprofesi sebagai dokter sehingga dapat terus memantau kondisi wanita tersebut. Diduga wanita itu korban dari perampokan, penganiayaan, dan pemerkosaan. Karena tas yang dibawa wanita tersebut ditemukan dalam kondisi kosong, dan di sekitar paha terdapat memar-memar. Sungguh ironis sekali melihat tayangan itu, wanita itu tergeletak tak berdaya di pos siskamling yang hanya beralaskan tikar dan berselimutkan kain tipis dengan selang infus yang ada ditangannya. Para ibu membantu memberi makan & minum dengan cara menyuapinya.

Ada beberapa pertanyaan yang muncul di benak ketika melihat peristiwa ini :
1. Bagaimana dengan rakyat miskin yang tidak mempunyai identitas, apakah akan di tolak juga ? Dimana sebuah puskesmas hanya menerima pasien yang mempunyai identitas jelas, yang tidak akan melayani jika ada seorang pasien tanpa identitas yang ingin berobat.
2. Dimana para pekerja yang ada di puskesmas (dokter, perawat, staff) ?
Tidakkah salah satu dari mereka memiliki sedikit hati nurani untuk membantu seseorang yang membutuhkan pertolongan mereka ? Sebagai informasi, hal ini terjadi di wilayah tangerang, banten.
3. Apakah tidak ada tempat yang layak di salah satu rumah warga, yang bisa ditempati sementara untuk merawat sang wanita tersebut ?
4. Yang terakhir, khusus untuk pemerintah. Apakah memang benar ada undang-undang yang menyebutkan bahwa orang miskin yang tidak mempunyai identitas dilarang berobat/mendapatkan pelayanan dari puskesmas atau rumah sakit setempat ? Jika memang ada, sungguh ini bertolak belakang dengan beberapa sila yang terdapat di Pancasila, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab & keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Dan mungkin, para wakil rakyat yang sekarang perlu di cuci otak agar mereka dapat mengingat kembali landasan & dasar negara Indonesia adalah untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Sungguh memprihatinkan jika sebuah nyawa tidak dianggap hanya karena tidak mempunyai bukti otentik keterangan diri. Inikah potret dunia kesehatan yang di negara ini ???