Pengen coba komentar sedikit ah tentang ‘syndrom obama’ ini…😀

Tanggal 20 januari 2009 kemaren waktu setempat, Barack Husein Obama resmi dilantik sebagai presiden Amerika Serikat yang ke-44. Well…ini sebuah perubahan baru bagi Negara AS, dimana kita tahu negara ini dulunya sangat mendiskriminasi orang kulit hitam yang ada di negara tersebut. Tetapi itu dulu, sekarang obama mampu membuktikan bahwa orang kulit hitam pun berhak berpendapat, berkreasi, bahkan menjadi pemimpin sebuah Negara adidaya. Congrat to Berry…

Setelah berhasil menahan kantuk untuk bela-belain nonton pelantikan obama (lewat TV sih, yaeya lah..gak mgkn dtg langsung…siapa elu?) akhirnya tiba juga saat yang dinanti-nantikan, yaitu pidato obama pertama kali sebagai presiden Negara adidaya itu. Pengen tahu apa saja topik yang akan diangkat untuk pidato dia yang pertama ini. Terutama tentang konflik Negara-negara di Timur Tengah, khususnya perang antara Israel-Hamas yang terjadi galur Gaza. Hmm…

Sekian lama berpidato, aku gak menemukan sedikit pun komentar beliau tentang apa yang terjadi di galur gaza. Beliau hanya mengatakan ‘Agar Negara-negara muslim jangan terus menyalahkan Negara-negara barat atas apa yang terjadi, karena rakyatmu bukan menilai dari apa yang kau hancurkan, tapi menilai dari apa yang kau bangun’. Hmm.. Filosofi yang okeh…

Tapi aku sedikit kecewa, ternyata dia tidak menjelaskan secara gamblang kebijakan yang akan dia ambil untuk menyelesaikan konflik-konflik yang ada. Intinya dia hanya mengambil garis besar dari apa yang terjadi di Negara-negara muslim. Sepertinya aku dan mungkin sebagian orang besar yang sedang menyimak acara ini, mempunyai ekspektasi yang terlalu besar terhadap pemimpin baru ini. Mempunyai harapan-harapan yang nantinya akan membawa perubahan yang baik untuk seluruh Negara di muka bumi ini.

Ups…tapi aku tiba-tiba tersadar. Obama bukanlah pemimpin dunia, dia hanya pemimpin Negara USA. Sama seperti Bapak SBY yang memimpin Negara Indonesia. Perubahan akan terjadi jika kita semua bersatu, Negara barat ataupun Negara timur, yang muslim dan yang non muslim, yang kulit putih dan yang kulit hitam, semua akan hidup damai berdampingan jika kita sadar bahwa kita semua sama di mata Yang Kuasa. Yang membedakan hanya amalan, akankah baiknya berlomba-lomba untuk mencari amalan dengan cara hidup indah bersama dalam berbagai perbedaan.

Salam Damai…🙂