Tiba-tiba kangen bapak, rasanya ingin ketemu & memeluknya dengan erat…lamaaa..sehingga aku tertidur di pelukannya. Disaat semua orang disekeliling ku penuh dengan kesibukan, disaat semua orang tidak memahami perasaanku, disaat semua dengan egonya masing-masing, disaat kesunyian melandaku… dan disaat itulah aku rapuh…aku ingin berlari, menemui seseorang yang bisa membuatku kembali tenang dan tentram. Bapak…

Beliau orang yang keras terhadap anak-anaknya, bahkan sangat keras. Semua harus jelas dan sesuai aturan, tidak boleh melenceng sedikitpun. Tidak boleh keluar malam kalo tidak ada kepentingan, tidak ada ada kunjungan, telp2nan dan apapun itu jenisnya dr lawan jenis. Beliau sangat menjaga sekali anak-anaknya. Pernah suatu hari dibulan puasa, aku ditugaskan dr sekolah untuk mengantarkan sedekah sembako kepada kaum dhuafa yg kurang mampu. Dan untuk mengantarkan sembako itu, harus menggunakan motor. Saat itu yang punya motor adalah kakak2 senior, khususnya senior cowok. Jadilah aku dibonceng oleh kakak senior. Gak disengaja kakak senior lewat jalan didepan rumahku, dan tak disangka bapak sedang berada dipintu sambil kaget melihatku. Tanpa berpikir panjang, beliau teriak sekeras2nya memanggil namaku menyuruh ku turun. Tapi motor sudah melaju kencang sehingga aku sudah tidak dapat berbuat apa2 lagi.

Sesampainya dirumah, ternyata bapak gak ada. kata mik, bapak menyusulku sesaat dia melihatku lewat dgn kakak senior itu. Dan begitu bapakku sampai dan langsung berjalan ke arahku…plak..plak..plakk..tiba2 dia langsung menamparku sambil mengeluarkan bentakan2. Sambil menangis aku berusaha menjelaskan bahwa tadi aku bukan berpacaran melainkan menjalankan tugas dr sekolah. Beliau sepertinya tidak peduli dgn penjelasan ku dan menyuruhku masuk ke kamar. Aku berlari kekamar dan menangis sepuasnya.. Saat tiba berbuka beliau menyuruhku berbuka puasa, sikapnya berubah menjadi lembut sekali, entahlah apa yang mengubah dia sehingga berubah menjadi 180 derajat seperti itu. Tapi aku msh marah, aku diamkan bapak beberapa saat.

Itu sekilas kenangan yang gak bisa kulupakan. Dan pada saat aku akan menuntut ilmu ke kota seberang, beraatt sekali meninggalkan bapak. Beliau saat itu sudah pensiun dan biasanya dengan panggilan sayangnya kepadaku ‘nong idha’ meminta dibuatkan coffemix kesukaannya. Dia suka sekali kalo aku yang membuatnya, bahkan kalo ada mikpun beliau ingin aku yang meraciknya. Katanya ‘beda kalo nong idha yang bikin’.

Kangennnn sekali masa2 itu, bermanja2, bergelayut digendongannya, hangatnya pelukannya. Dan itu semua gak bisa kurasakan lagi saat aku sedang merasa sendiri dan rapuh. Semoga bapak dimudahkan jalannya disana, ditempatkan ditempat yang indah, dilapangkan kuburnya, diterangi kediamannya dengan cahaya imannya…Aminn.

Itulah takdir, semoga kita semua bisa bertemu di kedamaian surgaMu kelak, YA Rab…

Miss U So Much, Bapak…