Mari mulei lagi!!!!

Fiuhhh..lama juga gak ngeblog dikarenakan kesibukan yg padat (kyaa.. Mulei dehh lebay) :-D

Tapi minimal posting ini memberi jalan pembuka biar aku rajin ngeblog lg.. Huehuhehe

ya sud dehh, itu aja dulu… Si yaa… *gak penting bgt yak postingan gw o_O

Its me now… Rada endut yakk :-D

This is it..”tiba tiba Kebaya”

Masih inget gak tentang postingan “Tiba-tiba kebaya”???

Nah, sekarang kebayanya udah jadi nih… dan sudah menjadi pendukung buat foto-foto narsiskuhhh…wkikiki….

This is it…..

1. Brokat Coklat dan Kain Salur bali Coklat.

Aku menjahit kebaya ini di salah satu penjahit di sekitar kosan aku pas waktu direnon (sewaktu didenpasar dahulu). Aku lupa nama penjahitnya, dia membuka workshopnya dirumahnya dan memang biasa menjahit untuk keperluan kebaya bali, dll. Upahnya lumayan murah, harga brokatnya 115 ribu + harga kain coklat 75 ribu + upah jahit 90 ribu + bustier 40 ribu. So, dengan modal 320 ribu aku sudah punya salah satu kebaya. Huehehehe… Modelnya aku plagiat dari salah satu majalah.

Nah, untuk testing jadilah kebaya ini digunakan pas photo session terakhir pas sewaktu akan menyelesaikan tugas pekerjaan di pulo dewata ini..(sedih meninggalkan pulo tercinta ini). Dan bertempat di bukit campuhan-ubud, maka dengan mendaki bukit dan lewati lembah -lebay- dan cucuran keringat, terciptalahhh foto session ini..^_^

2. Bahan Tile Hijau dan Kain Salur Hijau.

Beginilah penampakannya :

Kalo kebaya ini tercipta akibat dijahit di “Rumah Kebaya Monica” yang terletak di Jalan pemuda daerah Renon juga. Klo yang ini lumayan menguras kantong, dengan model simpel begini harga upahnya aja 350 ribu + harga brokat 125 ribu + harga kain 40 ribu. So, totalnya 515 ribu.

Woww, kalo beli cendol udah dapet berapa gelas yak? huehehehe… Tapi tak apa sesekalinya punya kebaya yang dibikin di tempat yg oke. Emang terbukti walo harga bahannya murah tapi bisa disulap menjadi kebaya yang lucu dan indah (menurut aku sih, gak tau klo menurut orang lain)… :-D

Photo session ini diambil dimuseum mandala yang deket Renon. Meskipun tadinya takut gak masuk sama background rumput yang hijau, ternyata bisa juga dipadupadankan. Two thumbs up 4 our fotographer.. ;-)

“Bak Model” @Taman Ujung, Tirta Tangga, Mangrove -Bali-

Ini berawal dari chat antara aku dan riri, riri bilang ada temennya stay di Bali yang hobi fotography lagi hunting cewek berjilbab buat jadi model berjilbab. Tadinya ragu, apakah ini untuk dikomersilkan atau hanya untuk sekedar dokumentasi sebatas hobi (kan kalo buat dikomersilkan musti ngomong sama manajer artisku dulu ini buat assign kontrak, *halah..gayamu nduk bak model beneran aja –kalo pempek model baru iyah, wkikiki).

Setelah kenalan lewat chatting sama ferri dan mengadakan meeting point, akhirnya hari H itu terlaksana juga. Lokasi pemotretan akan dilakukan di Taman Ujung, Tirta Gangga Karang Asem dan lanjut di Mangrove di jalan by pass Ngurah Rai hari sabtu 19 Des 2009.

Dijemput jam 7 pagi dikosan, kami langsung menuju taman ujung dengan om Ferri sebagai pilot dan om Roni sebagai navigatornya alias co-pilot. Diselingi dengan canda tawa para penghuni mobil dan ‘request no hp’ banyolan andalan sang om Wendi, kami menikmati perjalanan menuju karang asem yang ditempuh sekitar 2,5 jam dari denpasar (sempet mampir bentar sih buat sarapan).

Singkat cerita dan setelah para model (caileh) berganti baju, sesi foto memfoto pun dimulai. Berikut ini adalah beberapa foto yang aku ambil dari upload mereka di facebook, hehe.. dan hasilnya wow..diriku tampak kerennnn –narsis sendiri-. Gak dink, itu karena mereka jago take picturenya, secara wajahku butek begini, pas-pasan pulak, dan berpose seadanya..wkekeke :-D

*Foto dari dokumentasi mereka




*Nah, yang ini dari kamera pocketku :-D




Sekilas tentang preview taman ujung dan tirta gangga di karang asem, Bali : *berdasarkan nyontek dari mbah google, huehehe…
1. Taman Soekasada Ujung Karangasem yang lebih dikenal dengan nama di Taman Ujung, terletak di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem-sekitar 85 km dari Bandar Udara Ngurah Rai atau 5 km dari Amlapura. Waktu tempuh dari Denpasar sekitar 1 jam 45 menit. Kompleks Taman Ujung ini merupakan kombinasi dari arsitektur Bali dan Eropa. Taman Ujung didirikan tahun 1919 oleh Raja Karangasem terkahir, terletak di Desa Tumbu, yang waktu itu digunakan sebagai tempat perisitirahatan Raja Karangasem. Karena keindahannya Taman Ujung di sebut sebagai “Istana Air”. Konstruksi arsitektur Taman Ujung memiliki kemiripan dengan Taman Air Tirtagangga dan Puri Agung Karangasem.

2. Tirta Gangga, terletak di Kabupaten Karangsem, kurang lebih 25 menit dari pusat kota. Taman Tirta Gangga dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. Sebelum taman ini dibangun, di arial taman ini terdapat mata air yang besar, sehingga penduduk di sekitar menyebut tempat ini “embukan” artinya mata air. Mata air ini difungsikan oleh penduduk dari desa sekitarnya untuk mencari air minum dan air suci, oleh karena itu, mata air itu disakralkan oleh penduduk di sekitarnya. Dari mata air inilah Raja Karangasem mendapat ide untuk mendirikan sebuah taman, baik dari segi mata air dan udara yang sejuk cocok untuk dibuat taman.
Taman Tirta Gangga merupakan sebuah taman yang lebih diutamakan untuk tempat permandian karena air yang keluar dari mata air yang sangat jernih dan dingin. Di samping memiliki air yang jernih dan dingin, juga udara yang sejuk menyebabkan Taman Tirta Gangga ini sangat mempersona para wisatawan. Beberapa bangunan dan hiasan sengaja dibuat sesuai dengan spirit dari puri agung Karangasem.

Sayangnya belum puas buat foto-foto di tirta gangga, dikarenakan hujan yang tiba-tiba turun. Tapi aku berjanji dengan tekad bulat didalam hati yang paling dalam, aku akan kembali lagi ke tirta tangga. Yes, I will..

Salam kenal buat om Ferri, om Roni, om Adi , om Ipan, om Wendi, om Taufan, Jeng Lilis.. Seneng banget bisa kenalan sama kalian, bisa nambah temen lagi. Thanks yah buat kalian semua.. :-)