Tahukah Anda : Apa fungsi Mangrove ?

Waktu kunjungan mas yang kesekian kalinya ke denpasar, kita mencoba menelusuri wisata Mangrove yang berada di Jalan I Gusti Ngurah Rai. Penasaran juga sebenarnya apa itu mangrove, apa kegunaannya, apa tujuan ditanamnya mangrove di pinggir pantai, dan banyak pertanyaan lainnya yang ada di benakku. Setelah mencari tahu ke paman google, beruntunglah aku menemukan penjelasan tentang Mangrove.

“Tanaman mangrove sering ditanam di pantai. Tahukah Anda, apa tujuannya? Apakah Anda juga tahu, kalau mangrove itu tidak selalu bakau?

Mangrove adalah jenis tanaman dikotil yang tumbuh di air payau (tempat pertemuan air tawar dengan air laut). Di dunia ini, ada puluhan jenis mangrove. Khusus di Benua Asia, ada 75 jenis mangrove. Nah, kita boleh bangga karena dari jumlah itu, sebanyak 37 jenis ada di Indonesia.

Jenis mangrove yang paling baik dan paling sering ditemukan ada empat: bakau, api-api, tancang, dan pedada. Mereka tahan terhadap cuaca panas dan mudah berkembang biak.

Mangrove ditanam di wilayah pantai untuk melindungi wilayah tersebut dari abrasi (pengikisan oleh air laut). Akar tunjang tanaman mangrove, yang menancap kuat jauh ke dalam tanah, mampu menahan ganasnya ombak laut.

Fungsi lain tanaman mangrove adalah sebagai penyaring air. Bagian akar tanaman ini (khususnya bakau) yang tumbuh di atas pasir/lumpur mampu menyaring kotoran (sampah, lumpur, bahan kimia) dari air sungai. Maka, air yang mengalir ke laut menjadi bersih. Ikan, udang, kepiting, kerang, dan terumbu karang yang hidup di pantai pun jadi lebih terjamin hidupnya.

PA240025

Nah, Indonesia punya sekitar 10 juta hektar hutan mangrove. Namun, hampir setengahnya berada dalam kondisi rusak. Banyak hutan mangrove yang tidak dipelihara dan penuh sampah. Banyak pula yang dibabat warga sekitar agar tempatnya bisa dijadikan usaha tambak udang.

Demi kebaikan bersama bangsa Indonesia dan lingkungannya, mari kita dukung usaha-usaha untuk menyelamatkan dan melestarikan hutan mangrove. Tentu, setiap orang punya cara masing-masing. Contohnya, ada yang langsung terjun ke lapangan (menanam bibit dan memberi penyuluhan). Ada pula yang mendukung dengan memberi dana kepada pemerintah dan kelompok masyarakat mandiri.” (www.andriewongso.com)

Woww, ternyata kegunaan mangrove besar sekali manfaatnya bagi kehidupan manusia yah. Bayangkan jika gak ada mangrove di pinggir pantai, pasti disekitar pinggir pantai akan terus menerus terjadi abrasi sehingga mengakibatkan daratan akan menyusut sedikit demi sedikit.

Subhanallah, Maha Besar Allah yang telah menciptakan segala sesuatu yang tidak bersifat sia-sia.

Sampah Plastik Bisa Dipakai untuk Konstruksi Jalan Raya

Hebat niey, ternyata sampah plastik bisa di jadikan sesuatu yang bermanfaat… :)

NEW DELHI – Botol atau tas plastik yang terbuat dari bahan polythene selama ini sering dikenal sebagai polutan yang sulit untuk diuraikan. Sampah plastik umumnya hanya dipakai lima menit tetapi baru terurai 500 tahun kemudian.

Namun, di tangan para ahli dari Banaras Hindu University (BHU), sampah plastik dari bahan anti-air itu mampu menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi kehidupan.

Seperti dilansir Times of India, Jumat (27/2/2009), para peneliti mengungkapkan jika sampah-sampah plastik berbahan polythene itu mampu dijadikan bahan konstruksi jalan raya. Konstruksi jalan raya yang menggunakan bahan sampah plastik diperkirakan akan dapat tahan lama dan lebih tahan terhadap gerusan air.

“Dalam penelitian, tim kami berhasil menemukan jika bahan polythene mampu memperkuat daya tahan sebuah jalan,” ujar Profesor BHU, Ram Adhar Singh.

Pada percobaan itu, peneliti mencampurkan sampah-sampah plastik yang telah dilelehkan dengan aspal dan material lain yang biasa digunakan untuk pembangunan jalan raya. Aspal yang dicampur dengan plastik akan lebih kuat merekat dengan bahan-bahan bebatuan, sehingga konstruksi jalan akan lebih tahan terhadap air.

Ram Adhar Singh saat ini pihaknya akan mematenkan hasil penemuannya itu. (srn)
*Kutipan dari : Okezone.com

Efek Rumah Kaca Ancam Terumbu Karang Dunia

POZNAN, RABU – “Dunia telah kehilangan hampir 20 persen terumbu karangnya akibat emisi karbon dioksida, demikian laporan yang disiarkan di Poznan, Polandia, Rabu (10/12). Laporan yang dirilis Global Coral Reef Monitoring Network ini merupakan upaya memberi tekanan atas peserta konferensi PBB mengenai iklim agar membuat kemajuan dalam memerangi kenaikan suhu global.

“Jika kecenderungan emisi karbon dioksida saat ini terus berlangsung, banyak terumbu karang mungkin akan hilang dalam waktu 20 sampai 40 tahun mendatang, dan ini akan memiliki konsekuensi bahaya bagi sebanyak 500 juta orang yang bergantung atas terumbu karang untuk memperoleh nafkah mereka,” ungkap laporan tersebut.

“Jika tak ada perubahan, kita akan menyaksikan berlipatnya karbon dioksida di atmosfer dalam waktu kurang dari 50 tahun, karena karbon ini diserap, samudra akan menjadi lebih asam, yang secara serius merusak sangat banyak biota laut dari terumbu karang hingga kumpulan plankton dan dari udang besar hingga rumput laut” ujar Carl Gustaf Lundin, pimpinan program kelautan global di International Union for Conservation of Nature, salah satu organisasi di belakang Global Coral Reef Monitoring Network.

Saat ini, perubahan iklim dipandang sebagai ancaman terbesar bagi terumbu karang. Ancaman utama iklim, seperti naiknya temperatur permukaan air laut dan tingkatan keasaman air laut, bertambah besar oleh ancaman lain termasuk pengkapan ikan secara berlebihan, polusi dan spesies pendatang.

Yang membesarkan hati dari laporan tersebut adalah sekitar 45 persen terumbu karang saat ini masih berada dalam kondisi sehat. Harapan lainnya adalah kemampuan sebagian terumbu karang untuk pulih setelah peristiwa besar “bleaching” akibat air yang menghangat, dan menyesuaikan diri dengan perubahan iklim.

“Laporan itu merinci konsensus kuat ilmiah bahwa perubahan iklim harus dibatasi pada tingkat minimum absolut,” ungkap Clive Wilkinson, Koordinator Global Coral Reef Monitoring Network.

Laporan tersebut juga menyatakan terumbu karang memiliki peluang lebih tinggi untuk bertahan hidup pada saat perubahan iklim terjadi, jika faktor tekanan lain yang berkaitan dengan kegiatan manusia diperkecil. (Kompas.Com)

Indonesia kena juga gak yah ? Duh, gak bisa snorkling lg donk,huhuhu…

Tuh kan gak ada ruginya kok kl kita mau peduli sm lingkungan kita, bisa dimulai dr diri sendiri. Kalo rumah agak dkt kantor gak ada salahnya ke kantor jalan kaki, lebih sehat toh?. Trus kalo kepanasan didalam rumah, cukup buka jendela aja jangan pake AC, kan lebih enak AC alami suejuk semriwing… Lagian kalo jendela rumah gak sering dibuka buat apa ada jendela, tul gak? selain itu bisa timbul bnyk penyakit kalo rumah ketutup mulu. Ohya ini juga, kalo pengen beli barang elektronik, pilih yang no freon. Udh banyak kok yg jual teknologi non freon. Selain kita bisa melindungi isi bumi yang indah ini, kita juga bisa membantu mempersiapkan lingkungan yg sehat, indah dan bersih untuk hidup anak cucu kita nanti.

Setuju…??