Helaan Ikhlas..

Mendengar berita ini, mendengar cerita itu, melihat peristiwa ini, melihat kejadian itu.. terkadang mendapati hal-hal yang membuat sesuatu menjadi ‘perih’…

tapi…

Subhanallah…

Ilmu Ikhlas emang top markotob,
tinggal tarik nafas yang panjang kosongkan pikiran dan hati
lanjutkan dengan hembusan nafas dan helaan bacaan “Alhamdulillahi rabbil’alamin”…

Dijamin.. Mak nyess plong…rasanya semua pikiran, beban dan rasa ‘aneh’ hilang seketika..

“Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan” (Ar Rahman:13)

Ya Rab, teguhkanlah selalu hati kami dalam keikhlasan.. Aminnn… :-)

I guess I need you, baby

Teringat kejadian semalem, hufffhh… hampir saja aku mengambil keputusan yang buruk dalam hidupku. Tetapi Alhamdulillah semua rentetan memori indah masih tersimpan dalam fileku yang membuatku tersadar bahwa ternyata aku gak kuat tanpa ada dia.

“Everytime” by Britney Spears

Notice me
Take my hand
Why are we strangers when our love is strong?
Why carry on without me?

Everytime I try to fly I fall
Without my wings I feel so small
I guess I need you baby
And everytime I see you in my dreams
I see your face
It’s haunting me
I guess I need you baby

I make believe that you are here
It’s the only way
I see clear
What have I done?
You seem to move on easy

And everytime I try to fly I fall
Without my wings I feel so small
I guess I need you baby
And everytime I see
You in my dreams
I see your face
You’re haunting me
I guess I need you baby

I may have made it rain
Please forgive me
My weakness caused you pain
And this song’s my sorry

At night I pray
That soon your face will fade away

Especially, thanks a lot 4 ur luv… ATW.. :-)

Keikhlasan hati..

Subhanallah… Allah SWT memang Maha Membolak-balikkan hati.. Perasaan yang menyenangkan dulu, bisa jadi sekarang menjadi perasaan yang tidak membuat ketidaknyamanan hati. Entahlah, apakah ini ada hubungannya dengan ilmu ikhlas dan ketulusan.

Disaat hati merasa tidak lagi bisa menerima sesuatu (bahkan gurauan sekalipun), disaat itulah perasaan tersingkir muncul dan menjadi gejolak dalam hati. Gejolak yang menjadi pertanyaan-pertanyaan yang belum ditemukan jawabannya bahkan mungkin tidak akan menemukan jawabannya karena itu sebenarnya hanyalah fiktif belaka. Tapi saat itu ‘sang hati’ tidaklah bisa menerima, sang hati hanya bisa menangis.. sehingga membuat raga yang kuat menjadi rapuh dan memilih dalam kesendirian.

“Janganlah Engkau Pernah Mengira Bahwa Hatimu Rapuh.

Hatimu tidak rapuh, hatimu sangat kuat,
dan sesungguhnya hatimu adalah sumber dari segala kekuatanmu.

Jika engkau merasa bahwa hatimu rapuh,
itu hanya karena sikapmu yang rapuh.

Ketahuilah bahwa kualitas sikapmu
menentukan kualitas dari apa pun yang kau lihat,
yang kau dengar, dan yang kau rasa.

Sehingga, apa pun yang kau sikapi dengan baik,
akan menerima perhatian yang baik pula dari mu.

Dan yang kau perhatikan akan tumbuh.

Maka yakinilah ini,
jika engkau hanya menumbuhkan yang baik,
maka akan baiklah hidupmu.

………..

Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana waktu menjadi sangat bernilai saat engkau menyadari waktumu sudah tinggal sedikit?” -Mario Teguh-

Ingin sekali mengimplementasikan motivasi itu, ditambah kekuatan hati untuk belajar mengikhlaskan diri yang lebih besar. Dan ini adalah kenikmatan dari segala kenikmatan yang Allah SWT berikan untuk hambaNya agar dapat menjadi manusia yang penuh keindahan keikhlasan hati yang selalu dicintaiNya.

Ya Rabb, sesungguhnya hati kami adalah obat.. Limpahkanlah obat itu sebagai Jalan menuju keindahan hidup dalam kebersamaan kami dan umatMu yang beriman… :-)

…Kun Fayakun…

Shock, kaget pas denger informasi bahwa kita dapat musibah…
Gak percaya rasanya bahwa hal itu terjadi pada kita..

Tapi apa boleh buat, kun fayakun.. yang terjadi terjadilah… Allah Maha Penentu setiap kejadian..
Kita sebagai manusia hanya bisa ikhlas dan berbaik sangka atas ‘nikmat’ yang diberikan pada setiap musibah yang menimpa kita…

Bersyukurlah kita masih diberi kesempatan hidup untuk merasakan nikmat ‘kehilangan’ karena kita yakin semua ada hikmahnya…
Ini menandakan Allah SWT ternyata masih sayang kepada kita sehingga kita dikasih ‘tangga’ menuju ke tingkat ketaqwaan yang lebih baik. Dan sabar & ikhlas adalah jalan menuju ‘tangga’ itu…

Dan yakinlah… Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.. InsyaAllah Allah SWT akan menggantikan keadaan ini dengan keadaan yang lebih indah…. :-)

*Terimakasih buat Si Mega yang telah menemani hari-hari kita

Caleg Gak Jadi ato Gak jadi Caleg ?

Geli & miris….. hanya itu yang ada dipikiranku sekarang, tertawa konyol menghadapi kenyataan tentang pemberitaan di TV akhir-akhir ini. Ini bukan tentang gosip artis, reality show yang direkayasa ataupun acara komedi yang ditayangkan di TV. Tapi melainkan dampak pemilu Legislatif 2009 dimana para caleg yang mengikuti pemilu ini mengalami banyak hal dalam hidup mereka setelah mereka mengetahui bahwa mereka tidak akan mendapatkan kursi di dewan legislatif.

Informasi ini dikumpulkan berdasarkan dari beberapa tayangan stasiun tv swasta, berikut adalah beberapa dari sekian banyak yang terjadi pada para caleg yang gagal memperoleh suara terbanyak :

1. Bali, mendengar suara yang didapat minim, caleg meninggal karena serangan jantung.—> ini mah udah waktunya yah…
2. Palembang, caleg kalah, ambil kembali alat musik yang disumbangkan —> gak ikhlas nih..
2. Jawa timur, caleg kalah, ambil kembali sumbangan tabungan —> gak ikhlas juga..
3. Balikpapan, tim sukses dipukuli oleh centeng caleg —> iri ni yee…
4. Sulawesi, kalah dalam pemilu, caleg menggembok sekolah yang telah disumbanginya —> ini apalagi gak ikhlas, tega-teganya ngebiarin anak-anak gak bisa masuk sekolah karena pintu kelasnya di gembok…dudul..!!!
5. Ciamis ada caleg bunuh diri, karena kalah telak —> calegnya masih muda, berjilbab lagi..ckckck… aduh neng, mending jadi guru ngaji atau jadi relawan, kan bisa lebih bermanfaat..
6. Palangkaraya, 5 caleg gangguan jiwa —> gak kuat mental nih..
7. Riau, caleg membongkar tiang listrik bantuannya karena kalah pemilu —> kuat juga yah tenaganya nyabutin tiang listrik,hehehe….parah nih caleg..

Itu baru sepersekian persen dari peristiwa yang terjadi kepada para caleg ‘gak jadi’ ini, belum lagi di kota atau daerah lain di Indonesia. Hmm… begitu kerdilkah jiwa mereka sehingga tidak mampu menghadapi kenyataan bahwa dalam hidup ini ada menang ada kalah, ada senang ada sedih, dan hal lain-lainya yang memang diciptakan bertolak belakang. Kalo semua terpilih menjadi anggota legislatif, lantas siapa yang menjadi warga biasa ???

Inikah jiwa calon-calon pemimpin di negeri ini, jiwa yang seharusnya mampu menjadi aspirasi rakyatnya (jika dia terpilih). Bagaimana bisa mereka mengerti, memahami & menyampaikan aspirasi rakyat jika mereka sendiri belum mampu memahami diri mereka sendiri ? Untunglah, mereka tidak terpilih karena akan jadi apa bangsa ini jika para legislatif mempunyai jiwa yang tidak bisa berlapang dada, berjiwa besar, & bermental kerdil seperti itu.

Mereka mungkin lupa, ada yang mengatur segalanya.. Allah SWT, Dialah Dzat Maha Pengatur & Mengetahui Apa yang terbaik untuk hambaNya…
Semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk kepada kita semua… :-)

Ada Hitam Ada Putih

Gak tau kenapa 2 minggu ini males bgt update blog, mungkin karena lagi banyak pikiran yang datang silih berganti kali yahh.. dan pikiran2 itu membuat hidupku jadi merasa berat dan jadi seseorang yang autis.. alias gak tau mau ngapain..(saking fullnya atom-atom yang mengisi kepala ku.. :-D )

Tapi tak apa, kejadian-kejadian yang datang dalam hidupku membuatku sadar bahwa atas KuasaNya-lah sesuatu dapat terjadi. Dan aku mencoba memasrahkan diri dalam skenarioNya dan juga mencoba untuk terus bersabar. Pasrah & sabar bukan berarti kalah, right? tapi kedua hal itu dapat memacu kita untuk dapat lebih berusaha keras lagi dalam menempuh jalan kebaikan yang di ridhoiNya dengan lebih banyak lagi melazimkan istighfar, karena Allah SWT akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesulitan. Allah SWT yang akan memberi jalan penyelesaian terhadap setiap kegundahan.

Istilah habis gelap akan terbitlah terang, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, jika panas akan muncul hujan, jika sakit akan ada obatnya, jika haus akan ada air, dan di balik kesulitan pasti akan ada jalan menuju kemudahan..ternyata itu adalah janji Allah SWT yang tersirat dalam Al Quran sebagai penunjuk jalan Agama.

“Ketahuilah, di setiap kesulitan itu ada jeda. Di setiap kebutuhan itu ada pertolongan . Sesungguhnya Allah SWT menghilangkan bencana dengan ketulusan do’a dan kebersihan harapan. Ketahuilah, himpitan dan kesulitan itu menghilangkan kesombongan dan terus menerus mendorong kepada dzikir, syukur dan kewaspadaan berpikir. Maka tenangkanlah hatimu jika kegalauan menerpamu. Lapangkanlah dadamu jika kesulitan menyerangmu. Jangan putus asa terhadap apa yang telah terjadi dan telah hancur. Ketahuilah, karena tidak ada sesuatu yang abadi selama alam semesta ini berputar.”

Ayoooo… Tetap Semangat..!!!! Karena Allah SWT benci dengan keputusasaan… ;-)

Menunggu

Di suatu tempat di tepian sungai, seorang pemuda memandangi seorang pemancing tua. Sambil duduk beralas daun pisang, Pak Tua begitu menikmati kegiatan memancing. Ia pegang gagang pancingan dengan begitu mantap. Sesekali, tangannya membenahi posisi topi agar wajahnya tak tersorot terik sinar matahari. Sambil bersiul, ia sapu hijaunya pemandangan sekitar sungai.

Sang pemuda terus memandangi si pemancing tua. “Aneh?” ucapnya membatin. Tanpa sadar, satu jam sudah perhatiannya tersita buat Pak Tua. Tujuannya ke pasar nyaris terlupakan. “Bagaimana mungkin orang setua dia bisa tahan berjam-jam hanya karena satu dua ikan?” gumamnya kemudian.

“Belum dapat, Pak?” ucap si pemuda sambil melangkah menghampiri Pak Tua. Yang disapa menoleh, dan langsung senyum. “Belum,” jawabnya pendek. Pandangannya beralih ke si pemuda sesaat, kemudian kembali lagi ke arah genangan sungai. Air berwarna kecoklatan itu seperti kumpulan bunga-bunga yang begitu indah di mata Pak Tua. Ia tetap tak beranjak.

“Sudah berapa lama Bapak menunggu?” tanya si pemuda sambil ikut memandang ke aliran sungai. Pelampung yang menjadi tanda Pak Tua terlihat tak memberikan tanda-tanda apa pun. Tetap tenang.

“Baru tiga jam,” jawab Pak Tua ringan. Sesekali, siulannya menendangkan nada-nada tertentu. “Ada apa, Anak Muda?” tiba-tiba Pak Tua balik tanya. Si Pemuda berusaha tenang. “Bagaimana Bapak bisa sesabar itu menunggu ikan?” tanyanya agak hati-hati.

“Anak Muda,” suara Pak Tua agak parau. “Dalam memancing, jangan melulu menatap pelampung. Karena kau akan cepat jenuh. Pandangi alam sekitar sini. Dengarkan dendang burung yang membentuk irama begitu merdu. Rasakan belaian angin sepoi-sepoi yang bertiup dari sela-sela pepohonan. Nikmatilah, kau akan nyaman menunggu!” ucap Pak Tua tenang. Dan ia pun kembali bersiul.
**
Tak ada kegiatan yang paling membosankan selain menunggu. Padahal, hidup adalah kegiatan menunggu. Orang tua menunggu tumbuh kembang anak-anaknya. Rakyat menunggu kebijakan pemerintahnya. Para gadis menunggu jodohnya. Pegawai menunggu akhir bulannya. Semua menunggu.

Namun, jangan terlalu serius menatap ‘pelampung’ yang ditunggu. Karena energi kesabaran akan cepat terkuras habis. Kenapa tidak mencoba untuk menikmati suara merdu pergantian detak jarum penantian, angin sepoi-sepoi pergantian siang dan malam, dan permainan seribu satu pengharapan.

Nikmatilah! Insya Allah, menunggu menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Seperti memandang taman indah di tepian sungai.
(Sumber : Eramuslim.com)

Menunggu adalah bukan perbuatan yang sia-sia, tapi menunggu adalah proses jalan menuju kondisi yang diharapkan. Karena Allah SWT tidak tidur, Dia melihat semua usaha yang dilakukan umatNya dan akan menggantinya dengan keadaan yang lebih indah. :-)

Mencoba Memahami

Penulis : Achmad Fachrie, Sumber : KotaSantri.com

Hati ini hidup penuh dengan mimpi dan harap. Mimpi dan harap untuk mendapatkan yang terbaik. Harap itu bisa berupa keadaan atau mungkin dengan orang yang kita temui. Apalagi setiap manusia itu unik, memiliki harap dan point of view yang berbeda-beda.

Perbedaan antara cara pandang yang terjadi terkadang melahirkan beragam perselisihan. Seolah, kok yang ada dihadapan saya begitu, kenapa dia tidak begini. Bahkan dikatakan, semakin kita merasa mengenal orang, maka semakin besar dan banyak pula rasa tuntutan yang hadir terhadap orang tersebut.

Kita tahu dan mungkin sudah hapal bahwa Allah SWT menciptakan perbedaan agar kita saling mengenal. Tapi terkadang pada kenyataannya, ketika perbedaan terlihat di hadapan kita, terlalu cepat mengambil sikap, emosi dengan segera menutup pintu pemahaman. Pintu pemahaman untuk belajar mengenal dan memahami lebih jauh. Sehingga seolah-olah perbedaan yang ada justru semakin menciptakan jarak yang semakin jauh. Tapi apakah itu yang sesungguhnya?

Ya, kalau kita mau fokus melihat perbedaan, maka sesungguhnya perbedaan yang ada di hadapan kita sangat besar. Itu karena kita fokus melihat perbedaan. Tapi jika mau memahami melihat persamaan yang telah mempertemukan antara kita, maka sesungguhnya perbedaan itu bukan memancing perselisihan untuk hadir.

Bukan karena perbedaan yang membuat jarak semakin jauh. Tapi terkadang ketidakmampuan memahami dalam setiap yang terjadi, membuat hati terlalu cepat bergemuruh. Bukan karena perbedaan yang membuat perselisihan hadir. Tapi karena ketidakmampuan memahami dalam setiap yang dihadapi, membuat hati segera terasa resah.

Jika saja kita bisa mencoba melihat lebih dekat untuk memahami di balik segala kekurangan dan perbedaan yang dihadapi, maka tersimpan kebaikan yang belum kita sadari. Jika saja kita bisa lebih bersabar menghadapi setiap yang terjadi, maka di balik kekecewaan yang terasa, sesungguhnya tersimpan karunia kebaikan hikmah yang dapat dipetik.

Terkadang dalam berharap sesuatu, kita berharap terlalu tinggi. Jika memang demikian, bukannya tidak boleh, tapi terkadang tidak diimbangi jiwa yang luas untuk menerima jika pada akhirnya tidak dapat teraih. Dan ketika dihadapkan pada kenyataan yang sesungguhnya, sempitnya pemahaman menyebabkan sikap dan perilaku yang sempit pula. Ketika dihadapkan bahwa yang ada di depan kita bukan seperti yang ada di dalam mimpi, secepat itu pula hati terucap rasa mengeluh.

Sebagus apa pun kayu, pasti akan terbakar jika dihadapkan dengan api. Sebaik apa pun yang ada di hadapan kita, tapi jika kita lebih melihat perbedaan dan meninggikan harapan kita, maka semuanya akan terlihat kurang di hadapan kita.

Di balik segala kesalahan dan kekurangan yang terlihat, tak akan menjadi kebaikan jika kita mau bersabar dan menerima dalam bentuk pemaafan untuk memahami bahwa kenyataan yang ada di hadapan merupakan karuniaNya yang terbaik untuk kita. Di balik segala sifat yang tidak dimengerti, sesungguhnya ada sifat yang terberi untuk diri kita. Ketidakmampuan memahami membuat hal yang sebenarnya baik, menjadi terlihat kurang untuk kita.

Semoga Allah SWT meluaskan ruang jiwa kita untuk belajar memahami atas semua yang terjadi, bahwa selalu ada kebaikan dalam setiap perbedaan dan harapan yang tidak harus tercapai.

Nice Support…”Innallahi ma’ash shabirin” :-)