Subhanallah… Allah SWT memang Maha Membolak-balikkan hati.. Perasaan yang menyenangkan dulu, bisa jadi sekarang menjadi perasaan yang tidak membuat ketidaknyamanan hati. Entahlah, apakah ini ada hubungannya dengan ilmu ikhlas dan ketulusan.

Disaat hati merasa tidak lagi bisa menerima sesuatu (bahkan gurauan sekalipun), disaat itulah perasaan tersingkir muncul dan menjadi gejolak dalam hati. Gejolak yang menjadi pertanyaan-pertanyaan yang belum ditemukan jawabannya bahkan mungkin tidak akan menemukan jawabannya karena itu sebenarnya hanyalah fiktif belaka. Tapi saat itu ‘sang hati’ tidaklah bisa menerima, sang hati hanya bisa menangis.. sehingga membuat raga yang kuat menjadi rapuh dan memilih dalam kesendirian.

“Janganlah Engkau Pernah Mengira Bahwa Hatimu Rapuh.

Hatimu tidak rapuh, hatimu sangat kuat,
dan sesungguhnya hatimu adalah sumber dari segala kekuatanmu.

Jika engkau merasa bahwa hatimu rapuh,
itu hanya karena sikapmu yang rapuh.

Ketahuilah bahwa kualitas sikapmu
menentukan kualitas dari apa pun yang kau lihat,
yang kau dengar, dan yang kau rasa.

Sehingga, apa pun yang kau sikapi dengan baik,
akan menerima perhatian yang baik pula dari mu.

Dan yang kau perhatikan akan tumbuh.

Maka yakinilah ini,
jika engkau hanya menumbuhkan yang baik,
maka akan baiklah hidupmu.

………..

Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana waktu menjadi sangat bernilai saat engkau menyadari waktumu sudah tinggal sedikit?” -Mario Teguh-

Ingin sekali mengimplementasikan motivasi itu, ditambah kekuatan hati untuk belajar mengikhlaskan diri yang lebih besar. Dan ini adalah kenikmatan dari segala kenikmatan yang Allah SWT berikan untuk hambaNya agar dapat menjadi manusia yang penuh keindahan keikhlasan hati yang selalu dicintaiNya.

Ya Rabb, sesungguhnya hati kami adalah obat.. Limpahkanlah obat itu sebagai Jalan menuju keindahan hidup dalam kebersamaan kami dan umatMu yang beriman… :-)